Minggu, 03 September 2017

Wisata Rohani Holyland : Israel, Galilea Nazaret (3)

“Jalannya bersih dan rapi beda banget sama Kairo” komentar beberapa anggota tur ketika kami memasuki Israel. Suasananya seperti jalan-jalan di Eropa. Betlehem kota kelahiran Tuhan Yesus sudah, Yerusalem kota Tuhan Yesus disalibkan sudah, sekarang lanjut ke Galilea tempat Tuhan Yesus dibesarkan dan mengajar.

Caesarea Maritima

Kami melewati kota ini dalam perjalanan menuju daerah Galilea. Kota ini didirikan oleh Herodes dan menjadi tempat tinggal Pontius Pilatus gubernur Romawi yang menyalibkan Tuhan Yesus. Kami mengunjungi salah satu peninggalan Romawi yang masih ada sampai sekarang yaitu saluran air peninggalan Romawi yang membawa air dari gunung Karmel, sambil menikmati pemandangan pantai didekatnya.
Saluran Air Romawi 
Gereja Perkawinan Kana
Bunda Maria berkebaya dan kain
Lembah Megido
Pembabtisan di sungai Yordan
Kota situs arkeologi Kapernaum
Danau Galilea
Perjalanan kami lanjutkan, kemudian kami singgah sebentar di gereja Stella Maris. Di bawah altar gereja ini terdapat gua yang dipercaya sebagai tempat tinggal nabi Elia.

Haifa

Kota berikutnya yang kami kunjungi adalah Haifa, kota pelabuhan Israel yang sangat ramai, sambil melihat Bahai Shrine. Kepercayaan Bahai percaya pada Tuhan yang maha Esa dan menekankan pada kesatuan rohani umat manusia. Abraham, Tuhan Yesus, Budha dan Muhammad mereka anggap sebagai nabi yang pengajarannya digenapi melalui kehidupan dan pekerjaan Baha’ullah. Sayang sekali Bahai Shirine nya tutup, jadinya kami hanya melihat dari kejauhan, bangunan yang dikelilingi taman yang indah.

Kana

Tujuan akhir kami hari ini mengunjungi gereja pernikahan Kana. Gereja perkawinan Kana didirikan oleh Fransiskan untuk mengingat mujizat pertama Tuhan Yesus mengubah air menjadi anggur pada pernikahan di Kana (Yohanes 2:1-11). Anggur perkawinan Kana, oleh-oleh khas Kana, banyak dijual disekitar gereja, tetapi pemandu wisata kami Safi mengarahkan kami membeli anggur yang paling enak di toko yang terletak di depan persis gereja.
Safi pemandu kami memberi penjelasan menarik mengapa Tuhan Yesus berkata agak kasar pada ibunya Maria (ayat 4). Budaya pada masa Tuhan Yesus bahkan sampai sekarang dalam perkawinan adalah ruangan untuk pria dan wanita dipisahkan dan tidak boleh ada interaksi diantara keduanya. Maria ibu Tuhan Yesus mengetahui bahwa pemilik pesta kehabisan anggur sehingga Maria cepat-cepat masuk ke ruangan para pria, memberitahukannya pada Tuhan Yesus dan kemudian pergi. Oleh karena itu, Tuhan Yesus berkata demikian kepada ibunya karena melanggar kebiasaan.

Kami mengadakan kebaktian untuk mengingatkan janji pernikahan beberapa pasangan di salah satu ruangan gereja.

Nazaret

Untuk beberapa hari ke depan ini kami menginap di Nazaret. Kota tempat tinggal Tuhan Yesus, Maria dan Yusuf. Oleh karena Yesus berasal dari Nazaret, pengikutnya (orang Kristen) disebut juga Nasrani. 

Nazaret adalah kota yang baru dibangun pada zaman Tuhan Yesus. Keluarga Maria yang berasal dari Yerusalem dan keluarga Yusuf yang berasal dari Betlehem termasuk beberapa keluarga kira-kira 200 orang, termasuk keluarga-keluarga pertama yang menetap di kota ini.Nazaret tidak tercatat dalam kitab perjanjian lama dan dianggap kota yang terpencil dan tidak penting. Oleh karena itu, Natanael salah satu murid Tuhan Yesus pada awal diberitahukan bahwa Yesus dari Nazaret adalah Mesias berkomentar "Mungkinkah sesuatu yang baik datangdari Nazaret?" (Yohanes 1:46).

Selanjutnya ketika Filipus membawa Natanael kepada Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus berkata bahwa Natanael adalah seorang Israel sejati tidak ada kepalsuan di dalamnya karena Tuhan Yesus melihat Filipus dibawah pohon ara, maka Filipus langsung mempercayai bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias (Yohanes 1:47-49). Kebiasaan orang Yahudi adalah mereka mempelajari taurat di bait Allah atau sinagoge, bila mereka tidak bisa tempat tersebut, mereka akan mempelajari taurat di bawah pohon Ara. Natanael menyadari bahwa Tuhan Yesus mengetahui isi hatinya dan kebiasaan yang sering dia lakukan, walaupun belum pernah saling mengenal. Oleh karena itu, dia percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias.

Gereja Kabar Gembira

Tujuan pertama kami Gereja Kabar Gembira, gereja Kristen terbesar di timur tengah. Di tengah-tengah terdapat gua yang dipercaya  merupakan tempat tinggal Maria, ibu Tuhan Yesus dan di tempat ini juga malaikat Gabriel memberitahukan Maria yang saat itu berusia 14 tahun bahwa dia akan mengandung anak Allah (Tuhan Yesus) (Lukas 1:26-38).

Tembok disekeliling halaman gereja dihiasi lukisan bunda Maria dari berbagai negara dengan pakaian dan budaya khas negara masing-masing. Bunda Maria versi Indonesia menggunakan kebaya dan kain sarung.
Safi, pemandu wisata kami memberi penjelasan seputar kelahiran Tuhan Yesus berkaitan dengan konteks budaya Yahudi pada masa itu. Ketika Yusuf mendengar bahwa Maria tunangannya mengandung, maka muncul niat dalam hati Yusuf untuk menceraikan Maria (Matius 1:19). Menurut hukum Musa apabila gadis yang sudah bertunangan tidur dengan laki-laki lain, hukumannya keduanya dilempari batu sampai mati (Ulangan 22:23-24). Oleh karena itu, Yusuf bermaksud menceraikan Maria karena gadis yang belum bertunangan yang kemudian dipaksa tidur dengan laki-laki, maka laki-laki itu wajib memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu dan gadis itu harus menjadi istrinya (Ulangan 22:28-29).

Yusuf berpikir dengan menceraikan Maria, maka Maria akan bebas dari hukuman mati. Yusuf ragu-ragu untuk mengambil Maria menjadi istrinya, karena dia merasa kurang yakin juga dengan cerita Maria bahwa dia mengandung dari roh kudus. Tetapi kemudian malaikat Tuhan datang meyakinkannya dalam mimpi untuk mengambil Maria menjadi istrinya (Matius 1:20).

Yusuf melakukan perintah Tuhan, dia menikahi Maria dan membawa Maria ke rumahnya. Kaisar Agustus kemudian mengadakan sensus, semua penduduk Yudea harus mendaftarkan dirinya di kota asalnya masing-masing. Yusuf yang berasal dari Betlehem harus kembali ke sana untuk mendaftarkan diri. Maria sebenarnya tidak perlu ikut ke Betlehem karena yang wajib mendaftar hanyalah laki-laki serta Maria berasal dari Yerusalem. Kemungkinan Yusuf membawa Maria ikut bersama ke Betlehem demi keamanan, Maria yang tidak lama lagi akan melahirkan kemungkinan akan menjadi pertanyaan dan cibiran banyak orang karena Maria melahirkan lebih cepat dari yang seharusnya. Tuhan dalam kedaulatannya memakai semua peristiwa untuk memenuhi janjinya yang dinubuatkan para nabi “Mesias lahir di kota Daud Betlehem”(Mikha 5:2-3).

Gereja Transfigurasi

Perjalanan kami lanjutkan menuju gunung Tabor. Jalan menuju puncak gunung Tabor curam dan sempit, kami harus berganti mobil yang lebih kecil. Gereja Transfigurasi menyambut kami di puncak gunung Tabor.

“Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes   saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa  di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia” (Matius 17:1-3). Untuk memperingati peristiwa ini, dibangun gereja Transfigurasi diatas gunung Tabor ini. Safi, pemandu wisata kami memberi penjelasan selanjutnya mengenai mengapa Tuhan Yesus bertemu dengan Musa dan Elia, bukan nabi yang lainnya. Ketika Tuhan Yesus mengadakan khotbah di bukit salah satu pengajarannya mengenai hukum Taurat adalah “"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya (Matius 5:17). Tuhan bertemu dengan Musa dan Elia untuk menggenapi ayat ini, Musa melambangkan Taurat dan Elia melambangkan kitab para nabi.

Pemandangan dataran Yizreel (Megiddo) dikelilingi pegunungan Karmel dan Samaria terlihat jelas dari balkon gereja transfigurasi. Lahan pertanian di Yizreel sangat subur sehingga disebut juga “keranjang roti Israel” dan salah satu arti Yizreel adalah Tuhan menabur.
Dataran ini juga dikenal sebagai arena pertempuran dasyat. Pada masa hakim-hakim, Deborah dan panglimanya Barak berhasil mengalahkan 900 kereta besi Sisera raja Kanaan dan pasukannya (Hakim-Hakim 4:4-14). Pertemuran lainnya yaitu Firaun Mesir Thutmose III melawan rakyat Kanaan 15 SM serta Sekutu dipimpin Jendral Edmund Henry Hynman Allenby melawan pasukan Ottoman Turki pada perand dunia 1.

Kitab Wahyu 16:16 menyebutkan di tempat ini akan terjadi pertempuran dasyat  Armageddon (Harmaggedon, Har-Megiddo), kebaikan akan mengalahkan kejahatan.

Sungai Yordan

Tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah tempat pembaptisan Yardenit, sungai Yordan. Peristiwa penting yang terjadi di sungai Yordan adalah pembabtisan Tuhan Yesus oleh Yohanes Pembabtis (Matius 3:13-17). Beberapa anggota tur memperbarui komitmen baptisannya, dengan berbaju putih dibaptis selam di sungai Yordan.
Yardenit sebenarnya bukan tempat persis pembabtisan Tuhan Yesus di sungai Yordan. Tempat sebenarnya terletak di Wadi Al-Kharrar Yordania yang disebut juga Bethany Beyond Jordan akan tetapi sebelum perjanjian damai Israel dan Yordania tahun 1994, tempat ini termasuk kawasan militer Yordania (tertutup untuk umum). Setelah ranjau disekitarnya dibersihkan, tempat ini dapat dikunjungi arkeolog, peziarah dan turis. Terdapat empat gereja dari zaman Byzantium, salah satunya dibangun pada gua yang dipercaya menjadi tempat tinggal Yohanes Pembabtis.

Gereja Pelipat Gandaan Roti dan Ikan

Tabgha menjadi tujuan kami selanjutnya. Kami mengunjungi Gereja Pelipat Gandaan Roti dan Ikan tempat Tuhan Yesus melakukan mujizat dengan memberi makan 5000 orang laki-laki, serta perempuan dan anak-anak dengan 5 roti dan 2 ikan. Setelah makan, potongan roti yang tersisa terkumpul 12 bakul (Matius 14:13-21).

Mosaik yang sangat khas dari gereja ini terletak di lantai dekat altar, bakul berisi lima ikan dan dua ikan berada disamping kiri kanannya. Di bawah altar terdapat batu yang dipercaya merupakan batu tempat Tuhan Yesus meletakan ikan dan roti tersebut ketika memberkatinya.

Gereja Primacy of St Peter

Di tepi danau galilea Tabgha terdapat gereja primacy of St Peter. Gereja ini untuk mengingat penampakan Tuhan Yesus yang ketiga kepada murid-muridnya setelah kebangkitannya. Tuhan Yesus kemudian memerintahkan Petrus untuk menggembalakan dombanya sebanyak tiga kali (Yohanes 21:1-19). Pada altar gereja terdapat batu yang dipercaya menjadi tempat Tuhan Yesus menghidangkan ikan dan roti untuk makan pagi murid-muridnya disebut juga “Mensa Christi” (meja kristus).

Semilir angin membuat kami sangat menikmati pemandangan danau Galilea dari belakang gereja.

Kapernaum

Perjalanan selanjutnya menuju Kapernaum. Tuhan Yesus mengajar di sinagoge dan melakukan banyak mujizat dengan menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan di kota ini. Tuhan Yesus mengutuk kota ini bersama dengan Betsaida dan Khorazim, karena mereka menolak untuk percaya pada Tuhan Yesus (Matius 11:20-24). Nubuat ini digenapi kemudian dengan Kapernaum jatuh dalam kehancuran serta kemiskinan dan sampai sekarang Kapernaum hanya reruntuhan tidak dibangun kembali untuk ditinggali dan menjadi situs arkeologi.
Rumah mertua Petrus yang menjadi tempat tinggal Tuhan Yesus telah ditemukan, dan dibangun gereja diatasnya. Rumah ini berdindingkan batu basalt dengan atap dari batang pohon yang ditutupi jerami, sehingga dapat dibuka dengan mudah untuk menurunkan seorang lumpuh seperti yang dijelaskan dalam Matius 2:21-12  (Orang lumpuh disembuhkan).

Di dekatnya terdapat sinagoge yang baru dibangun sebagian dari abad 4 atau 5 M. Sinagoge ini dipercaya dibangun diatas pondasi sinagoge yang ada pada zaman Tuhan Yesus. Sinagoge zaman Tuhan Yesus dibangun oleh perwira Romawi yang pelayanannya disembuhkan dan imannya dipuji Tuhan Yesus (Lukas 7:1-10).

Bukit Sabda Bahagia

Kami mengunjungi gereja sabda bahagia, gereja katolik Fransiskan yang dibangun pada tahun 1938. Beberapa peristiwa penting dalam injil terjadi di sini yaitu Tuhan Yesus mengajarkan perumpamaan penabur dari perahu yang sedang berlabuh (Markus 4:1-9); khotbah di bukit (Matius 5-7) dan Tuhan Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya dan membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Matius 28:16-20).

Berlian Israel

Hari terakhir kami di Israel diawali dengan mengunjungi pusat penjualan berlian. Israel terkenal dengan teknologi pemotongan dan pengasahan berlian untuk menghasilkan kilauan terbaik yang sangat sempurna di dunia. Kami diajak menonton film documenter tentang berlian dan mengunjungi toko perhiasan berliannya. Kilauan perhiasan berlian itu, sangat indah dan tentu harganya sangat mahal.

Danau Galilea

Danau Galilea tidak banyak berubah sejak zaman Tuhan Yesus. Berapa peristiwa penting dalam alkitab terjadi di danau Galilea; angin ribut diredakan (Markus 4:35-41); mujizat penangkapan ikan (Lukas 5 :1-11), Tuhan Yesus berjalan di atas air (Matius 14:22-33). Kami naik perahu kayu mengelilingi danau Galilea, bersama-sama beribadah menaikkan pujian. Selanjutnya diikuti dengan menyanyikan Indonesia raya kami menaikkan bendera Indonesia dan Israel. Acara akhiri dengan berjoget bersama dengan lagu Poco-poco, Maumere dan Anak Medan yang sangat seru.
Makan siang kami hari ini dengan menu istimewa, ikan Petrus bagi masyarakat Indonesia disebut ikan Mujair. Ikan tersebut diberi nama Petrus berdasarkan Matius 17:24-27. Tuhan Yesus menyuruh Petrus memancing ikan di danau Galilea, kemudian menemukan empat dirham di dalam mulut ikan yang pertama dipancing. Uang tersebut digunakan untuk membayar bea Bait Allah. Ikan Petrus diolah dengan dibakar atau digoreng tanpa banyak bumbu, jadi sebaiknya ditambahkan sendiri sambal dan lain-lain. Kami makan sekenyang-kenyangnya..

Pemeriksaan keluar perbatasan Israel menuju Yordania, tidak seketat ketika masuk ke wilayah Israel. Hanya ada satu kali pemeriksaan , kami menyerahkan kartu ijin tinggal ke petugas. Kami diberi pilihan apakah mau paspornya dicap imigrasi Israel atau tidak. Bila kita mau paspornya dicap, kartu izin tinggalnya wajib dikembalikan ke petugas. Bila kita tidak ingin paspornya dicap, petugas akan mencap di kartu izin tinggal tersebut (tidak perlu dikembalikan kepada petugas). Bila ingin berkunjung ke negara Arab Saudi, Iran dan beberapa negara lain, kemungkinan dengan adanya cap imigrasi Israel dapat mempersulit proses imigrasi.

Sebelum memasuki bus untuk meninggalkan kantor imigrasi Israel, petugas Israel akan kembali memeriksa paspor kami satu persatu. Pemeriksaan ketat di setiap pintu masuk maupun keluar, begitulah cara Israel bertahan di antara negara-negara Arab yang sangat membencinya. Perjalanan di Israel berakhir, selanjutnya menuju negara terakhir Yordania.

Beruntung sekali kami memiliki pemandu wisata seperti Safi, seorang Kristen yang memiliki pengetahuan alkitab, budaya Yahudi dan arkeologi, sehingga kami bisa mendapat penjelasan yang lebih terperinci dan dalam mengenai kisah Tuhan Yesus. Perlu diingat, Tuhan Yesus dan murid-muridnya adalah orang Yahudi dan hidup dalam kebiasaan agama Yahudi. Oleh karena itu, bila kita mengetahui latar belakang budaya dan kebiasaan orang Yahudi pada masa itu, kita akan menemukan pemahaman yang lebih mendalam tentang alkitab.

Apakah Perlu Wisata Rohani / Ziarah ke Israel?

Kita tentu mendengar beberapa pendapat pendeta bahwa tidak perlu ke ziarah ke Israel dikaitkan dengan konflik Palestina-Israel (agar tidak memperkaya Israel yang menindas Palestina). Saya tidak setuju dengan pendapat tersebut.

Ziarah ke holyland adalah tradisi Kristen terutama Katolik yang sudah ada sejak abad ke 3 M. Beberapa tokoh gereja Origen, St Jerome dan St Helena (ibu Konstantine kaisar Roma) mempelopori ziarah ini. Pada abad ke 7 M, holyland dikuasai oleh muslim, sehingga ziarah ke holyland oleh orang Kristen eropa hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Sampai akhirnya pada abad ke 11 M, Seljuks Turki menutup jalur peziarah eropa ke holyland. Masalah ini yang menjadi salah satu alasan utama dibentuk tentara salib. Yerusalem berhasil dikuasai tentara salib pada abad ke 12 M dan peziarah eropa dapat dengan aman berziarah di holyland. Akan tetapi pada abad ke 13 M, Yerusalem berhasil dikuasai muslim dan sekali lagi jalur peziarah ke holyland ditutup. Sampai akhirnya ziarah menjadi ramai kembali ketika Israel memproklamirkan kemerdekaannya.

Sebagian besar situs perjanjian baru yang ada di holyland sudah dibangun gereja katolik maupun orthodox (bukan milik pemerintah Israel) dan hanya ramai bila ada peziarah karena jumlah orang Kristen di holyland sangat sedikit. Juga persembahan peziarah sangat membantu bagi biaya perawatan gereja dan kebutuhan lainnya.

Berziarah mengingatkan kita bahwa apa yang diceritakan di dalam alkitab tentang Tuhan Yesus memang pernah terjadi. Tetapi bila kita terlalu sibuk dengan berbelanja dan foto-foto, kita akan kehilangan waktu untuk menghayati dan merenungkan alkitab.

Soal penindasan dan penjajahan Israel atas Palestina adalah soal perebutan tanah Secara ekonomi tidak hanya Israel, Palestina justru bisa berkembang dengan adanya peziarah. Betlehem dan Yerikho adalah kota-kota yang dikuasai Palestina yang menjadi tujuan ziarah, sekarang penuh dengan hotel, restoran dan pedagang cenderamata yang menjadi mata pencarian mereka. Justru ketika peziarah tidak datang, sangat merugikan Palestina. Jadi, bagi saya peziarah sangat menguntungkan Palestina, Israel dan gereja-gereja yang ada di holyland. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi semua..

Kamis, 24 Agustus 2017

Wisata Rohani Holyland : Yerusalem & Betlehem (2)

“Ingat 5, 6, 7, bapak, ibu; jam 5 bangun tidur, jam 6 makan pagi, jam 7 berangkat”. Kode kegiatan kami hampir setiap pagi selama tur.

Pagi-pagi kami sudah disambut pedagang tas, dompet murah di depan hotel. Sepuluh dollar tiga kata-kata wajib para pedagang ini. Tempat pertama yang dikunjungi selama di Betlehem, toko benda-benda Kristen (belanja lagi). Ziarah Betlehem dan Yerusalem dimulai.

Kapel Kenaikan Tuhan Yesus

Kami menuju kota tua Yerusalem bagian Muslim di gunung Zaitun, mengunjungi Kapel kenaikan Tuhan Yesus. Kapel ini beberapa kali, dibangun dan dihancurkan. Yang tersisa sekarang kapel segi delapan 3 x 3 m, dikelilingi tembok segi delapan berukuran 12 x 12 m yang dibangun oleh tentara salib. Di dalam kapel terdapat batu bekas jejak kaki kanan Tuhan Yesus sebelum naik ke surga (Kisah Para Rasul 1:4-11).

Kapel Kenaikan dipenuhi peziarah

Setelah Yerusalem ditaklukkan oleh sultan muslim Saladin, kapel ini berubah fungsi menjadi masjid dan ditambahkan kubah (awalnya tidak ada kubah) karena muslim juga percaya pada kenaikan Tuhan Yesus. Kapel ini tidak lagi menjadi masjid ketika kekuasaan islam berakhir di Yerusalem. Sebagai gantinya dibangun masjid bermenara di samping kompeks kapel. Sekarang kapel ini masih dalam kekuasaan kaum muslim akan tetapi terbuka untuk dikunjungi.

Ruang kapel yang sempit membuat kami bergantian menunggu giliran masuk ke dalam kapel, terutama untuk memegang atau mencium batu bekas jejak kaki Tuhan Yesus.

Gereja Pater Noster (Doa Bapa Kami)

Lokasi gereja ini berdekatan kapel kenaikan Tuhan Yesus, sehingga kami berjalan kaki menuju gereja Pater Noster yang dalam bahasa latin berarti Bapa Kami. Secara tradisi dipercaya bahwa Tuhan Yesus mengajarkan doa bapa kami di gua yang terletak di bawah gereja. Saya awalnya agak sedikit bertanya-tanya, setahu saya Tuhan Yesus mengajarkan doa bapa kami pada saat mengajarkan ucapan bahagia di Galilea bukan di dekat Yerusalem (Matius 6:5-15). Ternyata Tuhan Yesus mengajarkan doa bapa kami dua kali, di bukit di Galilea dan ketika Yesus dalam perjalanan dari Galilea menuju Yerusalem (Lukas 11:1-4).
Doa Bapa Kami dalam berbagai bahasa

Terjemahan doa bapa kami dalam berbagai bahasa (140 bahasa) tercantum pada keramik berwarna warni di sepanjang tembok luar gereja, termasuk bahasa Indonesia dan bahasa Batak. Bunga mawar berukuran besar berwarna-warni turut mempercantik halaman gereja ini.

Gereja Segala Bangsa

Menuruni bukit Zaitun kami menuju Gereja Segala banga. Gereja ini dibangun di atas batu yang dipercaya menjadi tempat Tuhan Yesus berdoa pada malam penderitaan sebelum disalibkan. Di samping gereja ini terdapat taman Getsemani dengan 8 pohon zaitun berumur sangat tua (Matius 26:36-46; Matius 26:47-56). Suasana sedih dan penderitaan sangat terasa sekali di dalam gereja ini dengan interiornya yang agak gelap.
Pohon Zaitun berusia tua memenuhi taman Getsemani

Banyak negara yang turut berpartisipasi dalam pembangunan gereja ini, oleh karena itu disebut gereja segala bangsa.

Gereja St Peter Gallicantu

Perjalan dilanjutkan menuju bukit Zion. Kami mengunjungi Gereja St Peter Gallicantu yang dalam bahasa latin berarti ayam jantan berkokok. Gereja ini dibangun di bekas rumah imam besar Kayafas (Imam Besar pada masa Tuhan Yesus). Gereja ini untuk mengingatkan peristiwa penyangkalan Petrus sebanyak 3 kali (Matius 26:69-75). Pada atap gereja terdapat lambang ayam dan salib untuk mengingatkan nubuat Tuhan Yesus bahwa Petrus akan menyangkali Dia tiga kali sebelum ayam jantan berkokok.

Penjara bawah tanah, tempat Tuhan Yesus ditahan semalamam setelah ditangkap, terdapat di tingkat bawah gereja. Sel tersebut berbentuk lubang, akses keluar masuk hanyalah lewat bagian atas lubang, oleh karena itu tahanan dinaikkan dan diturunkan dengan tali pengikat.
Gereja St Peter Galicantu

Jalan setapak kuno yang pada masa Tuhan Yesus digunakan sebagai jalan untuk turun dari gunung Zion ke lembah Kidron, ditemukan di samping gereja. Tuhan Yesus bersama-sama muridnya melewati jalan ini dalam perjalanan dari ruang perjamuan terakhir sampai ke taman Getsemani, serta Tuhan Yesus dibawa ke rumah Imam Besar dalam penjagaan pasukan romawi.

Cenacle

Ruang Cenacle ini terletak pada lantai atas gedung tingkat dua, di selatan gerbang Zion tembok kota tua Yerusalem. Dua peristiwa penting terjadi di ruangan ini; perjamuan terakhir (Matius 26:17-30) dan turunnya roh kudus (pentakosta) (Kisah Para Rasul 2:1-4). Menurut tradisi gereja mula-mula, ruangan ini merupakan bagian rumah Maria ibu Yohanes Markus, penulis kitab Markus. Rumah ini juga didatangi Petrus setelah malaikat Tuhan melepaskan dia dari penjara (Lukas 12:12–16).

Makam Raja Daud

Pada lantai bawah Cenacle terdapat Makam Raja Daud. Situs suci Yahudi yang dibangun oleh tentara salib, untuk mengingat raja Daud, raja dan pahlawan dalam perjanjian lama. Makam raja Daud sangat penting bagi orang Yahudi pada tahun 1948 dan 1967.  Pada periode ini kota tua Yerusalem dikuasai Yordania  sehingga orang Yahudi tidak bisa berdoa di tembok ratapan. Oleh karena itu, mereka datang berdoa di makam raja Daud gunung Zion yang masih dalam penguasaan Israel.

Pengunjung pria dan wanita lewat pintu yang berbeda untuk masuk ke ruangan makam raja Daud serta pria wajib memakai tutup kepala kippa.

Padang Gembala

Meninggalkan Yerusalem kami menuju Betlehem mengunjungi padang gembala tempat malaikat Tuhan menyampaikan kabar kelahiran Tuhan Yesus kepada para gembala (Lukas 2:8-20).
Mozaik Tuhan Yesus dikunjungi para gembala

Terdapat Kapel dengan bentuk bangunan seperti tenda dihiasi dengan lukisan malaikat Tuhan menyampaikan kabar baik kepada para gembala, Tuhan Yesus dikunjungi para gembala dan para gembala merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Akustik kapel ini sangat baik, menyanyikan lagu Natal bersama-sama akan terdengar sangat merdu, setiap hari adalah hari Natal di kapel ini. Di dekat kapel ini terdapat gua tempat tinggal para gembala selama menjaga kawanan dombanya.

Gereja Nativity (Gereja Kelahiran Tuhan Yesus)

Perjalanan hari ini diakhiri dengan mengunjungi gereja Nativity (gereja kelahiran Tuhan Yesus). Satu-satunya cara masuk ke gereja ini melalui pintu setinggi 1,2 m, sehingga untuk memasuki gereja ini harus membungkuk, melambangkan kerendahan hati manusia sebelum memasuki gereja tempat Tuhan merendahkan dirinya dan menjadi manusia (Matius 2:1-20). Gereja ini merupakan gereja utuh tertua di dunia yang dibangun oleh Kaisar Justinian pada abad ke 6 serta dibangun di atas gua tempat Tuhan Yesus dilahirkan.

Alkitab tidak mencatat bahwa Tuhan Yesus dilahirkan dalam gua, tetapi terdapat catatan referensi berumur 160 M mengenai gua kelahiran Tuhan Yesus. Sampai sekarang di bukit Yudea, banyak terdapat keluarga yang tinggal di rumah-rumah kuno yang di depannya terdapat gua-gua alami untuk kandang hewan.

Ketika Persia menyerang Yerusalem pada tahun 614, semua gereja di Yerusalem dihancurkan. Mereka tidak menhancurkan gereja Nativity karena mereka sangat tersentuh melihat mosaik tiga orang majus dalam baju Persia datang menyembah Tuhan Yesus (Matius 2:1-12).
Peziarah antri menuju gua kelahiran Tuhan Yesus

Gereja ini termasuk situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 2012. Perbaikan gereja dimulai sejak 2013 dan sampai sekarang masih terus berlangsung. Dalam ruangan gereja yang masih dalam perbaikan disana sini, kami antri bersama ratusan peziarah lainnya menuju lantai bawah gereja. Hampir satu jam kami harus berdiri, berbaris masuk menuju gua kelahiran Yesus. Lokasi persis Tuhan Yesus dilahirkan ditandai dengan bintang emas segi 14 bertuliskan dalam bahasa Latin Hic De Virgine Maria Jesus Christus Natus Est-1717 (Disini Yesus Kristus dilahirkan perawan Maria-1717).

Hari ini ditutup dengan makan bersama (5 rombongan HMT) di Restoran Betlehem, diiringi tarian dan music Palestina.  Seru sekali menari bersama.

Hari berikutnya kami mengunjungi beberapa tempat di Yerikho dan Yerusalem.

Gunung Pencobaan

Gunung tempat Tuhan Yesus dicobai iblis setelah berpuasa 40 hari (Matius 4:1-11; Lukas 4:1-13; Markus 1:12-13). Pencobaan mengubah batu menjadi roti terjadi di gua ditengah-gengah gunung, sedangkan pencobaan Iblis menawarkan kerajaan dunia bila Tuhan Yesus menyembah Iblis terjadi pada puncak gunung. Tiga kali Iblis mencobai Tuhan Yesus semua dijawab dengan mengutip ayat pada kitab Ulangan.
Gunung Pencobaan

Gunung ini terletak 5 km sebelah tenggara dari kota Yerikho. Pada gunung batu ini terdapat biara gereja Ortodoks Yunani. Kami menikmati pemandangan gunung ini dari kejauhan, dari arah toko kurma Medjool. Kurma Medjool Yerikho berukuran besar dengan daging buah yang tebal dan rasa yang manis.

Yerikho adalah kota tertua dan terendah (250 m dibawah permukaan laut) di dunia. Rute perjalanan Galilea menuju Yerusalem pada masa Tuhan Yesus, melewati Yerikho oleh karena itu Tuhan Yesus beberapa kali melewati kota ini. Pohon sycamore yang dipanjat Zakeus pemungut cukai (dipanjat karena badannya terlalu pendek untuk melihat Tuhan Yesus di kerumunan orang), dapat kita diihat di dekat pusat kota (Lukas 19:1-10). Perumpamaan orang Samaria yang baik hati juga terjadi kota Yerikho (Lukas 10:25-37).

Israel membangun tembok pemisah yang sangat tinggi antara wilayah Israel dan tepi barat Palestina, untuk keluar masuk Israel menuju Palestina melalui cek point yang dijaga ketat. Hanya pada kota Yerikho Israel tidak membangun tembok pemisah karena Israel takut dengan kutukan Yosua terhadap Yerikho “Pada waktu itu bersumpahlah  Yosua, katanya: "Terkutuklah  di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!  " (Yosua 6:26).

Qumran

Ditengah teriknya matahari, kami memandang perbukitan batu tempat ditemukan gulungan laut mati (dokumen Yahudi dalam bahasa Ibrani, Yunani dan Aramaik) dari kejauhan. Penjaga ternak kambing suku Bedouin yang pertama kali menemukan gulungan laut mati pada tahun 1947, ketika dia melemparkan batu ke gua-gua diperbukitan ini untuk memancing ternaknya yang hilang keluar, yang terdengar justru bunyi tembikar pecah. Penjaga ternk tersebut kemudian masuk ke gua dan menemukan 7 kendi berisi gulungan terbungkus linen yang tersimpan disana selama hampir 2000 tahun.
Gua Batu Qumran

Sekarang sudah ditemukan 12 gua berisi 850 gulungan. Gulungan ini berisi penggalan setiap kitab dalam perjanjian lama kecuali kitab Ester dan ditulis pada 300 SM sampai 68 M. Penemuan ini berarti sangat penting karena merupakan naskah kitab perjanjian lama yang paling tua, 1000 tahun lebih tua dari naskah kitab perjanjian lama yang ada sebelumnya. Gulungan laut mati ini mengkonfirmasi keakuratan kitab perjanjian lama yang ada sebelumnya karena tidak ditemukan perbedaan yang signifikan.

Gulungan kitab ini ditulis oleh sekte Essenes Yahudi yang mengasingkan diri di Qumran. Sekte ini dengan taat mempelajari hukum Yahudi terus-menerus, tanpa wanita, tanpa keinginan seksual dan tanpa uang, serta mereka menjalani ritual dan menyalin kitab perjanjian lamam dengan sangat hati-hati. Kami menonton film pendek mengenai sekte Essenes ini serta melihat replika gulungan laut mati serta tempat tinggal mereka Dalam film itu digambarkan bahwa kemungkinan besar Yohanes Pembatis adalah salah satu anggota sekte Essenes.

Kami juga bisa berbelanja di Qumran shop yang menyediakan produk-produk kecantikan olahan dari laut mati. Masker laut mati sangat efektif menghilangkan racun-racun dari kulit, mengencangkan kulit dengan anti oksidan dan juga menghaluskan kulit.

Laut Mati

Berenang di laut mati menjadi tujuan selanjutnya. Laut ini terletak di daratan paling rendah dari permukaan laut, sehingga air di dalamnya tidak bergerak tidak dapat mengalir. Ikan tidak dapat hidup karena kandungan mineral dan garamnya sangat tinggi 32-33% (kadar garam air laut rata-rata 3,5%). Lumpur laut mati menjadi bahan baku pembuatan masker laut mati yang mahal. Beberapa dari kami melumurkan lumpur ke wajah dan seluruh tubuh, sambil berenang terlentang (tiduran) dan tidak tenggelam tetapi hati-hati terkena mata dan terminum, perih sekali dan sangat asin  
Berlumuran lumpur di Laut mati

Gereja St Anna

Gereja ini dibangun oleh tentara salib pada lokasi yang dipercaya sebagai tempat tinggal orang tua bunda Maria (Anna dan Yoakim), ibu Tuhan Yesus serta tempat kelahiran bunda Maria. Gereja ini terletak 50 m dari gerbang singa, kota tua Yerusalem. Pepohonan, semak dan bunga-bunga yang indah, mempercantik halaman gereja

 
Gereja St Anna

Gereja ini memiliki tembok yang tebal sehingga tampak seperti benteng.Suara kami yang pas-pasan terdengar sangat merdu dalam gereja ini karena akustiknya yang baik.

Kolam Bethesda

Kolam Bethesda yang bersebelahan dengan gereja St Anna menjadi tempat Tuhan Yesus menyembuhkan orang lumpuh, yang selama 38 tahun menunggu seseorang menolong dia ke kolam ketika airnya mulai bergoncang karena dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan (Yohanes 5 :2-18).
Kolam Bethesda

Tuhan Yesus bertanya pada orang lumpuh itu “Maukah engkau sembuh” (ayat 6), karena orang lumpuh ini sering mendapatkan uang dari orang-orang yang melewati kolam ini menuju bait Allah. Bila Ia sembuh, dia tidak lagi akan mendapat uang dari orang-orang tersebut. Oleh karena itu Tuhan Yesus menanyakan kesungguhan hatinya mengenai kesembuhan itu.

Via Dolorosa

Memasuki jalan-jalan sempit kota tua Yerusalem, kami melalui jalan salib, rute perjalanan kesengsaraan Tuhan Yesus menuju golgota (tempat Tuhan Yesus disalibkan. Jalan ini sekarang berupa jalan sempit yang kiri kanannya dipenuhi toko-toko penjual cenderamata. Setiap hari jumat sore ribuan orang Kristen mengikuti prosesi dan berhenti di 14 stasi.

 
Pemberhentian ke tiga

Pemberhentian pertama terletak di sekolah Umariyya. Pada masa Tuhan Yesus sekolah ini adalah benteng Anatolia. Pontius Pilatus tinggal di benteng ini selama perayaan paskah (biasanya tinggal di Kaesarea maritima), untuk mengawasi banyaknya orang Yahudi yang berdatangan ke bait Alla untuk merayakan paskah (bait Allah terlihat jelas dari benteng ini). Kerumunan massa berpotensi menimbulkan kekacauan (sering sekali terjadi pemberontakan) karena orang Yahudi membenci Romawi. Pontius Pilatus menjatuhkan hukuman salib pada Tuhan Yesus di benteng ini dan sekarang menjadi stasi (pemberhentian) pertama via dolorosa.

Perjalanan kami hanya sampai ke stasi ke tujuh menyusuri jalan salib (via dolorosa).

Tembok Ratapan

Tuhan Yesus bernubuat   tentang bait Allah dalam Markus 13:2 “Lalu Yesus berkata kepadanya: "Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan."

Saya mengira tembok ratapan adalah dinding bait Allah yang ada pada zaman Tuhan Yesus, sehingga saya mempertanyakan kebenaran nubut Tuhan Yesus di atas.

Ternyata tembok ratapan adalah tembok luar halaman yang mengelilingi bait Allah. Sesuai nubut Tuhan Yesus bait Allah sudah hancur lebur tidak tersisa oleh tentara Romawi pada tahun 70 M (Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan).

Kami harus melewati metal detector untuk memasuki  kawasan tembok ratapan. Sayang sekali kami hanya bisa melihat dari jauh tembok ratapan tidak bisa mendekat karena halaman di sekitarnya dibuat panggung untuk perayaan kemerdekaan Israel.
Persiapan perayaan ulang tahun Israel di tembok Ratapan

Lokasi Bait Allah pada zaman Tuhan sekarang ini berdiri masjid Al-Aqsa (kubah abu-abu) dan dome of rock (kubah batu berwarna emas) (Sayang sekali kami tidak mengunjungi tempat ini). Raja Salomo membangun bait Allah pertama kali pada tahun 950 SM (1 Raja-Raja 5-6) di lokasi ini yang dipercaya merupakan gunung Moria, gunung tempat iman Abraham diuji untuk mengorbankan Ishak (Kejadian 22:1-19). Sampai 360 tahun kemudian, bait Allah dihancurkan oleh Babilonia dan bangsa Israel dibuang ke pembuangan. Kembali dari pembuangan, bangsa Israel membangun kembali bait Allah.

Bait Allah pada masa Tuhan Yesus dibangun oleh Herodes (20 SM). Sesuai dengan nubuat Tuhan Yesus, bait Allah dihancur leburkan tidak tersisa pada 70 M oleh tentara Romawi dan bangsa Israel dibawa ke pembuangan sekali lagi. Tempat ini kemudian dilupakan dan digunakan sebagai pembuangan sampah.

Setelah Arab Muslim menguasai Yerusalem pada abad ke 7, dibangunlah masjid Al-aqsa dan dome of rock. Bangsa Israel berhasil mengambil alih lokasi bait Allah dari Yordania setelah perang 6 hari 1967. Akan tetapi Israel tetap menyerahkan pengelolaan tempat ini pada yayasan Islam Waqf. Pemerintah Israel sendiri melarang upaya pembangunan kembali bait Allah, karena tempat ini sudah najis hanya Mesias yang bisa mentahirkan kembali, baru kemudian bait Allah bisa dibangun.

Garden Tomb

Tempat terakhir yang kami kunjungi di Yerusalem, Garden Tomb. Kami bahkan datang sebelum pintu dibuka. Penuh dengan pepohonan dan bunga-bunga yang rapi dan indah, tempat ini sangat cocok untuk doa dan refleksi untuk mengingat peristiwa penyaliban, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Matius 27:57-66 dan Matius 28:1-10). Kuburan menghiasi bagian dalam taman serta gunung yang mirip tengkorak di depan pagar taman. Bagi penganut Kristen Protestan lebih menyenangi tempat ini dibanding gereja Holy Sepulchre, akan tetapi sebenarnya tidak ada cukup bukti untuk menyatakan lokasi ini adalah lokasi pasti Tuhan Yesus dimakamkan.
Kuburan kuno di Garden of Tomb

Demikian perjalan Betlehem dan Yerusalem. Lanjut menuju Galilea (tempat Tuhan Yesus dibesarkan dan mengajar). Perjalanan di Galilea dalam bagian berikutnya.

Pustaka : http://www.seetheholyland.net